calon manajer baru MU

Para pemain senior Manchester United jegal kedatangan Mourinho

Kabar tak sedap menghampiri Manchester United. Manajemen dikabarkan mendapatkan protes keras dari para pemain senior terkait keputusan mendatangkan Jose Mourinho. Daily Mail melansir, beberapa pemain senior MU khawatir kedatangan Mourinho akan mengubah identitas permainan mereka. Selama ini, MU dikenal sebagai klub yang menerapkan gaya main menyerang dan atraktif. Tentunya, itu berbeda sekali dengan filosofi Mourinho yang pragmatis. Hasil pertandingan, bagi Mourinho, adalah segalanya. Dia pun rela menerapkan strategi ‘parkir bus’ di tim asuhannya. Mourinho sudah sering menerapkan di klub-klub asuhannya dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Bahkan, ketika membawa Inter Milan meraih treble winners, The Special One mengandalkan strategi tersebut. Keresahan tersebut sudah disampaikan beberapa pentolan Setan Merah ke manajemen. Mereka sudah mendapat pengertian dari petinggi-petinggi MU. Tapi, beberapa di antara mereka masih belum puas dengan penjelasan manajemen klub judi bola. Isu kedatangan Mourinho sebenarnya sudah menimbulkan berbagai berita tak sedap. Salah satunya niatan Ryan Giggs untuk hengkang. Giggs disebut-sebut merasa tak cocok bekerja dengan Mourinho. Cara memimpin pria asal Portugal tersebut yang tendensius dan arogan, diklaim menjadi penyebab Giggs ingin hengkang. Namun, rumor tersebut mulai mereda. Giggs diyakini sudah mulai melunak dan siap bekerja bersama Mourinho.

Karen Harding dibuat malu

Karen Harding dibuat malu karena final piala FA

Seperti pada umumnya pembukaan partai final Piala FA, Sabtu 21 Mei 2016, yang mempertemukan Manchester United melawan Crystal Palace dinyanyikan lagu kebangsaan Inggris berjudul ‘God Save The Queen’. Namun, bagi penyanyi ternama Inggris, Karen Harding, proses itu hanya membuatnya malu. Penyanyi jebolan acara X-Factor Inggris tersebut didapuk sebagai pemimpin dalam menyanyikan lagu kebangsaan di Stadion Wembley. Akan tetapi, suara 90 ribu penonton yang memadati tribun membuatnya jadi kikuk. Karen bahkan sampai lupa lirik lagu kebangsaannya sendiri. Adegan memalukan baginya itu terekam kamera, dan menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Menanggapi kejadian ini, perempuan berusia 24 tahun tersebut menyampaikan permintaan maaf. “Oh Tuhan. Ini adalah jumlah penonton terbesar sepanjang hidup saya, dan saya mendapatkan hambatan teknis. Saya sangat menyesal,” tulis Karen di akun Twitter pribadinya. “Malu. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” lanjut pelantun tembang berjudul ‘He Won’t Give Up Easy’ tersebut. Bernyanyi di atas lapangan hijau memang bukan hal mudah bagi Karen. Dia mengaku sempat kesulitan karena terjebak di rumput. Selain itu, angin yang berhembus kencang membuatnya kesulitan dalam beraksi. “Ketika saya berjalan ke podium, tumit saya terjebak di rumput. Rambut saya masuk ke mulut ketika saya bernyanyi. Hal yang utama, saya tidak mampu mendengar suara sendiri. Begitu banyak orang yang bernyanyi,” ungkapnya.

jamie vardy pemain liga inggris

Vardy absen di pertandingan Inggris vs Australia

Jamie Vardy tampil sebagai pahlawan Inggris saat menghadapi Turki di laga persahabatan, Minggu 22 Mei 2016. Gol pemain Leicester City ini di menit 83, membuat The Three Lions menang 2-1 di Etihad Stadium. Sayangnya, aksi Vardy tak akan bisa terlihat di laga persahabatan Inggris selanjutnya. Inggris dijadwalkan akan menjamu Australia di Stadium of Light, Sunderland, 27 Mei 2016. Hal tersebut dikonfirmasi langsung manajer Inggris, Roy Hodgson. Rupanya, Vardy akan menikahi tunangannya, Rebekah ‘Becky’ Nicholson. “Jamie akan merayakan pernikahan di hari Rabu. Jadi, kami tak akan melihatnya dalam beberapa hari ke depan,” kata Hodgson seperti dilansir Soccerway. Menurut Hodgson, awalnya vardy rencana menikah di akhir bulan Juni tahun lalu. Namun, Hodgson memanggil sang striker, sehingga dia membatalkan pernikahannya. Manajer 68 tahun ini pun tak mau kembali mengganggu urusan pribadi Vardy. “Masyarakat mungkin akan terkejut. Namun, alasan utamanya adalah karena dia harus membatalkan pernikahannya, tahun lalu. Bagi saya, itu bisa menjadi masalah dibandingkan mengeluh soal tanggal menikahnya kali ini,” ucap Hodgson. “Dalam situasi normal, Rabu akan menjadi waktu bagi tim untuk bergabung. Dia merencanakan pernikahan. Jadi, mungkin dia absen 10 hari sebelum kembali tampil di laga internasional,” lanjut mantan pelatih Inter Milan dan Liverpool ini.

copa del rey 2016

Rekor baru untuk Barcelona setelah menangkan Copa Del Rey

Barcelona sukses menjuarai Copa del Rey usai menaklukkan Sevilla dalam laga final yang digelar di Vicente Calderon, Senin dinihari WIB, 23 Mei 2016. Di laga ini, Barcelona menang meyakinkan 2-0. Namun, perjuangan berat harus dilakukan Barcelona. Sebab, mereka membutuhkan waktu 120 menit untuk menghentikan perlawanan Sevilla. Dua gol Barca dicetak Jordi Alba dan Neymar Jr. Keberhasilan ini mengukuhkan status Barcelona sebagai klub yang paling sering juara di Copa del Rey dengan koleksi total 28 trofi. Dan rival terdekat Barcelona adalah Athletic Bilbao dengan 23 trofi. Bukan hanya itu, trofi Copa del Rey ini membuat Barcelona sukses meraih gelar ganda kompetisi domestik musim ini. Seperti diketahui, Barcelona telah memastikan gelar juara La Liga, pekan lalu. Dilansir Sport, sepanjang sejarah, Barcelona tercatat telah tujuh kali meraih gelar ganda domestik dalam satu musim. Barcelona pertama kali meraih gelar ganda pada musim 1952 kala masih diasuh manajer Ferdinand Daucik. Selanjutnya, Barcelona meraih gelar ganda pada musim 1953 (era Daucik), 1959 (Helenio Herrera), 1998 (Louis van Gaal), 2009 (Pep Guardiola). Dua lainnya diraih Barca dalam dua musim terakhir bersama Luis Enrique. Sementara itu, klub lain yang sering meraih gelar ganda kompetisi domestik di bawah Barcelona adalah Athletic Bilbao (5 kali: 1930, 1931, 1943, 1956 dan 1984) dan Real Madrid (4 kali: 1962, 1975, 1980 dan 1984).

PSG juara Coupe de La Ligue

Satu klub dominasi 4 liga teratas eropa

Pertandingan final Copa del Rey 2015-2016 pada Minggu (22/5/2016) menutup penyelenggaraan kompetisi domestik di tujuh liga teratas Eropa. Menariknya, ada lima tim yang mendominasi gelar juara di negaranya. Barcelona berhasil mengawinkan gelar juara Divisi Primera La Liga – kasta teratas Liga Spanyol – dengan Copa del Rey. Pada laga final di Stadion Vicente Calderon, Barcelona menang 2-0 atas Sevilla berkat gol Jordi Alba dan Neymar. Bicara soal gelar ganda, Barcelona bukan satu-satunya tim yang merajai kompetisi domestik di sebuah negara. Sejumlah klub lain juga menunjukkan dominasinya. Dari lima liga teras Eropa berdasarkan koefisien UEFA, hanya di Inggris, Rusia, dan Portugal juara liga dan juara turnamen diraih dua klub berbeda. Lain halnya dengan di Italia, Spanyol, Jerman, dan Perancis. Sehari sebelum final Copa del Rey, Juventus dan Paris Saint-Germain menegaskan dominasinya di Italia dan Perancis. I Bianconeri, julukan Juventus, menjadi juara Coppa Italia dengan mengalahkan AC Milan. Mereka menjadi tim pertama di Italia yang sanggup meraih gelar ganda – Serie A dan Coppa Italia – dalam dua musim beruntun. Prestasi PSG lebih hebat. Untuk kedua kalinya secara beruntun, klub berjulukan Les Parisiens itu meraih treble winner di kompetisi domestik – Ligue 1, Piala Perancis, dan Piala Liga Perancis. Di Liga Jerman, Bayern Muenchen menegaskan dominasinya dengan menjuarai DFB Pokal seusai menang adu penalti atas Borussia Dortmund. Hal berbeda terjadi di Inggris, Portugal, dan Rusia. Ada tiga tim judi bola berbeda yang meraih gelar juara. Leicester City (juara Premier League), Manchester City (Piala Liga), dan Manchester United (Piala FA) berbagi gelar. Di Portugal, Benfica (liga) dan Braga (Taca de Portugal) berbagi gelar. Demikian pula dengan di Rusia ketika CSKA Moskva (liga) dan Zenit St. Petersburg (Piala Rusia). Juara liga dan turnamen di 10 liga teras Eropa berdasar Koefisien UEFA: SPANYOL Divisi Primera: Barcelona Copa del Rey: Barcelona JERMAN Bundesliga: Bayern Muenchen DFB Pokal: Bayern Muenchen INGGRIS Premier League: Leicester City Piala FA: Manchester United Piala Liga: Manchester City ITALIA Serie A: Juventus Coppa Italia: Juventus PORTUGAL Primeira: Benfica Taca de Portugal: Braga Piala Liga: Benfica PERANCIS Ligue 1: Paris Saint-Germain (PSG) Piala Perancis: PSG Piala Liga: PSG RUSIA Premier League: CSKA Moskva Piala Russia: Zenit St. Petersburg UKRAINA Premier League: Dynamo Kyiv Piala Ukraina: Shakhtar Donetsk BELGIA Pro League: Club Brugge Piala Belgia: Standard Liege BELANDA Eredivisie: PSV Eindhoven KNVB Beker: Feyenoord

balotelli milan

Balotelli Tak Layak Dipertahankan bagi bos Milan

Direktur klub AC Milan, Adriano Galliani, mengatakan bahwa Mario Balotelli, striker yang dipinjamkan dari Liverpool pada musim ini, tak layak dipertahankan di San Siro. Balotelli baru mencetak tiga gol dari 17 laga yang dilakoninya untuk Milan musim ini. Performanya ini, ditambah dengan aksi di luar lapangan yang kerap memicu kontroversi, membuatnya tak populer di Milan. “Dia punya kerinduan besar untuk bertahan di Milan. Saya berharap dia membuktikan itu dengan penampilannya,” kata Galliani. “Saya sudah bilang padanya, berdasarkan penampilannya dia tak layak dipertahankan,” imbuh Galliani seperti dikutip BBC Sport. Adapun kontrak Balotelli, yang baru berusia 25 tahun, di Milan akan berakhir pada akhir Juni. Itu berarti dia harus kembali ke Anfield pada musim depan. “Saya sudah meminta dia untuk meyakinkan saya untuk mempertahankannya, karena kami ingin yang terbaik untuk dia,” ujar Galliani, “Dia sudah berjanji akan melakukannya. Saya harap dia melakukannya.” Milan, yang kini berada di urutan enam klasemen Serie A, akan menghadapi pemuncak klasemen Juventus pada Sabtu

zidane madrid

Madrid selalu jadi team favorit menurut Zidane

Real Madrid lebih diunggulkan saat menghadapi Manchester City di semifinal Liga Champions. Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane pun mengakui bahwa Los Blancos harus menerima jika mereka selalu menjadi favorit Madrid akan menghadapi City hasil undian yang dilakukan di Nyon, Jumat (15/4/2016). Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh AS, City adalah klub yang diharapkan dihadapi Madrid di babak semifinal. Direktur Sport Madrid Txiki Begiristain pun menyebut bahwa skuatnya adalah favorit judi bola untuk lolos ke final. Namun Zidane tidak setuju dengan hal utu karena dia tahu hasil undian ini tidaklah mudah. “Ini adalah semifinal yang sangat sulit semi-final. Satu-satunya hal positif adalah bahwa kami akan memainkan leg kedua di kandang. Saya melihat dua laga sulit, kedua tim akan mengerahkan sepenuhnya,” ungkapmya “[Soal komentar Begiristan], kami selalu dianggap favorit. Itulah di Madrid, tapi kami tidak peduli. Kami tahu betapa sulitnya berada di semi-final melawan City, jadi kami akan mempersiapkan seperti biasanya kita lakukan.” “Saya tidak setuju dengan itu [soal City lawan yang mudah). Lihat Wolfsburg, kami kalah 2-0 di leg pertama dan itu sangat sulit. Saya tidak ingin mendengar bahwa laga ini akan mudah,” tukas Zidane

pele dan messi debat

Saya Pele raja sepakbola dan Messi pangerannya

Debat mengenai siapakah pesepakbola terhebat sejagat raya mungkin tak akan pernah ada keputusan konkretnya. Pasalnya, setiap fans ataupun aktor lapangan hijau itu sendiri pastinya punya pandangan dan analisis yang berbeda-beda terkait hal ini. Begitupun dengan Pele. Legenda sepakbola dunia dan Brasil itu punya pilihan sendiri terkait siapakah pesepakbola terhebat yang pernah ada di kolong langit. Ambrosini: Kedatangan Ibra Bukan Solusi Perbaikan Milan, Tapi… Jawaban dari pemilik nama asli Edson Arantes do Nascimento itu pun cukup mengejutkan. Tanpa sungkan, pria yang pernah membawa tim nasional Brasil tiga kali juara dunia itu mengklaim dirinya sebagai “Raja” sepakbola. Jika ada “Raja” tentu pasti ada seorang “Pangeran”. Untuk hal ini, Pele memberikan status “Pangeran” kepada mega bintang Argentina dan Barcelona, Lionel Messi. “Selama 15 tahun terakhir, Messi adalah pangeran (sepakbola),” kata Pele. “Saya tidak mengatakan dia adalah rajanya karena orang tua saya telah menutup pabrik dan memecahkan cetakan mahkota raja…Jadi janya ada satu raja (dan itu adalah saya),” lanjut Pele, sedikit berkelakar.

bandar judi bola sbobet

Enrique Membela setelah Guardiola Dianggap Gagal

Pep Guardiola dianggap gagal di Bayern Munich karena tak mampu memenangi Liga Champions. Luis Enrique melihat Guardiola tak sekadar dari raihan trofi semata. Guardiola mengakhiri tiga musim kerjanya bersama Bayern tanpa satupun gelar Liga Champions. Tapi dia tetap mampu menjaga dominasi Bayern di kancah domestik dengan menjuarai Bundesliga di periode tersebut. Namun kegagalan mendatangkan ‘Si Kuping Besar’ dinilai sebagai kegagalan untuk Bayern. Apalagi Guardiola datang tepat setelah Bayern meraih treble bersama Jupp Heynckes. [Baca juga: Guardiola Dinilai Gagal di Bayern] Target Liga Champions tentu juga mempertimbangkan keberhasilan Guardiola memenangi dua gelar kompetisi itu bersama tim sebelumnya, Barcelona. Di Barca, Guardiola memang sangat sukses di mana dia meraih total 14 trofi hanya dalam empat musim saja. Enrique, sebagai salah satu sosok penerus di kursi kepelatihan Barca, melihat Guardiola lebih dari cuma raihan trofi saja. Baginya rekannya tersebut telah memberikan sumbangsih besar untuk sepakbola dalam hal permainan. “Saya sudah selalu menjadi penggemar Pep dan saya tidak peduli apakah dia memenangi Liga Champions atau tidak,” ujar Enrique dikutip Soccerway. “Saya mengaguminya atas apa yang dia raih sebagai seorang pemain dan pelatih. Dia adalah titik referensi untuk mereka yang menyukai gaya sepakbola menyerang dan dia juga teman saya.” “Hal yang paling penting di sini adalah manfaat yang sudah dia berikan. Saya rasa tidak ada satupun penggemar sepakbola yang membenci Guardiola. Kalaupun ada satu, biarkan dia merenungi kesalahannya sendiri,” tandasnya. Sebagai pelatih, Guardiola sukses besar dengan tiga kali juara di Spanyol dan Jerman. Itu belum termasuk titel-titel lainnya seperti Copa del Rey, DFB-Pokal, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Saat menjadi pemain pun pria 45 tahun itu bergelimang gelar. Dia enam kali memenangi Liga Spanyol, dua kali menjuarai Copa del Rey, dan satu kali meraih trofi Liga Champions. Guardiola tentunya juga meraih sejumlah titel lainnya seperti Piala Super Spanyol, Piala Winners, Piala Super Eropa, juga medali emas Olimpiade bersama Spanyol.